Jumat, 17 Maret 2017

PERANAN DAN DAMPAK NEGATIF FEED ADDITIF DAN FEED SUPLEMENT PADA AYAM BURAS



TUGAS NUTRISI TERNAK UNGGAS
PERANAN DAN DAMPAK NEGATIF FEED ADDITIF DAN FEED SUPLEMENT PADA AYAM BURAS








OLEH:
KELOMPOK A.11
                   SRI WEDIA NARULITA                E10014004
                   CATUR APRILLYA D.                   E10014016
                   DICKY SUPRAYOGI                     E10014034
                   SRI ASTUTI                                    E10014042






FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016

KATA PENGANTAR

          Puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada penulis dapat menyelesaikan ugas makalah peranan dan dampak negatif feed additif dan feed suplement pada ayam buras.
            Adapun dalam makalah ini akan membahas mengenai peranan dan dampak negatif feed additif dan feed suplement pada ayam buras. Penulis ucapkan terima kasih kepada Dosen Nutrisi Ternak Unggas yang telah membimbing kami dalam pembelajaran kuliah.
            Semoga tugas makalah ini dapat bermanfaat kita semua, tekhususnya bagi penulis dan pembaca



Jambi, 17 Oktober 2016


Penulis


 
 
           

DAFTAR ISI

                                                                                                              HALAMAN
DAFTAR PUSTAKA


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Pakan adalah makanan atau asupan yang diberikan kepada hewan ternak. Pakan merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan dan kehidupan makhluk hidup. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein. Pakan berkualitas adalah pakan yang kandungan protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitaminnya seimbang. Selain itu, pakan adalah semua yang bisa dimakan oleh ternak dan tidak mengganggu kesehtannya. Pada umumnya pengertian pakan (feed) digunakan untuk hewan yang meliputi kuantitatif, kualitatif, kontinuitas serta keseimbangan zat pakan yang terkandung di dalamnya.Pakan adalah segaalah sesuatu yang dapat diberikan sebagai sumber energi dan zat-zat gizi, istilah pakan sering diganti dengan bahan baku pakan, pada kenyataanya sering terjadi penyimpangan yang menunjukkan penggunaan kata pakan diganti sebagai bahan baku pakan yang telah diolah menjadi pellet, crumble atau mash.
Pada umumnya pakan yang diberikan pada ternak harus sesuai kebutuhan ternak baik dari segi kualitas maupun kuantitas agar dapat dimanfaatkan ternak untuk berbagai fungsi tubuhnya, yaitu hidup pokok, produksi dan reproduksi. Ada beberapa jenis pakan untuk ternak yaitu pakan komersil, pakan konsentrat, feed additive, dan feed supplementFeed suplement adalah bahan tambahan pakan yang berasal dari zat gizi seperti dari protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, asam amino, enzim hormon dan lain-lain. Feed suplemen ini biasa disebut premix. Premix biasanya terdiri dari vitamin asam amino ,mineral, anti biotik atau keempatnya.Kita bisa membelinya di poultryshop atau toko ternak unggas.beberapa nama dagang untuk produk food supplement pada unggas antara lain adalah : Top mix,rodiamix, dan vetmix poultry plus.
Pengelompokan feed suplement didasarkan atas aktivitas dan cara kerjanya. Beberapa contoh feed suplement adalah asam amino, suplemen mineral dan suplemen vitamin.

1.2  Tujuan

Pembuatan makalah mengenai Peranan dan Dampak Negatif Feed Additive dan Feed Suplemen pada Ayam Buras bertujuan untuk  memenuhi tugas mata kuliah Nutrisi Ternak  Unggas dan juga guna mengetahui peranan dan dampak negative feed additive dan feed supplement pada ayam buras.

1.3  Manfaat

1.4  Rumusan Masalah

1.4.1   Apa Peranan dan Dampak Negatif Feed Additif Bagi Ayam Buras ?
1.4.2   Apa Peranan dan Dampak Negatif Feed Suplemen Bagi Ayam Buras ?


BAB II

PEMBAHASAN

2.1    Peranan dan Dampak Negatif Feed Additif Bagi Ayam Buras

2.1.1   Pengertian Feed Additif

                 Additive adalah suatu bahan atau kombinasi bahan yang ditambahkan, biasanya dalam kuantitas yang kecil, kedalam campuran makanan dasar atau bagian dari padanya, untuk memenuhi kebutuhan khusus, contohnya additive bahan konsentrat, additive bahan suplemen, additive bahan premix, additive bahan makanan (Hartadi et. al., 1991).
                 Additive adalah susunan bahan atau kombinasi bahan tertentu yang sengaja ditambahkan ke dalam ransum pakan ternak untuk menaikkan nilai gizi pakan guna memenuhi kebutuhan khusus atau imbuhan yang umum digunakan dalam meramu pakan ternak. Murwani et al., (2002) menyatakan bahwa additive adalah bahan pakan tambahan yang diberikan pada ternak dengan tujuan untuk meningkatkan produktifitas ternak maupun kualitas produksi. Sedangkan menurut Murtidjo (1993), additive adalah imbuhan yang umum digunakan dalam meramu pakan ternak. Penambahan bahan biasanya hanya dalam jumlah yang sedikit, misalnya additive bahan konsentrat, additive bahan suplemen dan additive bahan premix. Maksud dari penambahan adalah untuk merangsang pertumbuhan atau merangsang produksi. Macam-macam additive antara lain antibiotika, hormon, arsenikal, sulfaktan, dan transquilizer.
                 Feed additive merupakan bahan makanan pelengkap yang dipakai sebagai sumber penyedia vitamin-vitamin, mineral-mineral dan atau juga antibiotika (Anggorodi, 1985). Fungsi feed additive adalah untuk menambah vitamin-vitamin, mineral dan antibiotika dalam ransum, menjaga dan mempertahankan kesehatan tubuh terhadap serangan penyakit dan pengaruh stress, merangsang pertumbuhan badan (pertumbuhan daging menjadi baik) dan menambah nafsu makan, meningkatkan produksi daging maupun telur.

2.1.2   Jenis-jenis Feed Additif

            Macam ragam pakan additive antara lain additive pada bahan pakan (contohnya agensia antioksidan, agensia cita rasa), additive untuk manipulasi pencernaan dan absorpsi nutrien (contohnya buffer, enzim), additive untuk kesehatan ternak (contohnya obat cacing), additive melalui hormonal (contohnya hormon pertumbuhan, hormon reproduksi), additive untuk meningkatkan kualitas produk (contohnya agensi pewarna, agensi antiradikal).
Menurut Ravindran (2012), feed additive dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu nutritive feed additive dan non nutritive feed additive. Nutritive feed additive ditambahkan ke dalam ransum untuk melengkapi atau meningkatkan kandungan nutrien ransum, misalnya suplemen vitamin, mineral, dan asam amino. Non nutritive feed additive tidak mempengaruhi kandungan nutrien ransum, kegunaannya tergantung pada jenisnya, antara lain untuk meningkatkan palatabilitas (flavoring / pemberi rasa, colorant / pewarna), pengawet pakan (antioksidan), penghambat mikroorganisme patogen dan meningkatkan kecernaan nutrien (antibiotik, probiotik, prebiotik), anti jamur, membantu pencernaan sehingga meningkatkan kecernaan nutrien (acidifier, enzim).
Sebagai bahan pengganti antibiotik, digunakan bahan-bahan aditif pakan seperti probiotik, prebiotik, asam organik, herbal, dan protein antimikrobial. Probiotik digunakan untuk meningkatkan populasi bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan seperti lactobacilli dan streptococci. Prebiotik seperti FOS (frukto oligosakarida) dan MOS (mannan oligosakarida) digunakan untuk mencegah penempelan dan pertumbuhan bakteri patogen di saluran pencernaan, sebagai nutrien bagi bakteri menguntungkan. Asam organik seperti asam propionat dan asam format digunakan sebagai acidifier, yaitu menurunkan pH saluran pencernaan sehingga merangsang aktivitas enzim pencernaan dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen. Herbal seperti rempah-rempah, minyak esensial, ekstrak tumbuhan, madu dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme patogen, meningkatkan imunitas, merangsang aktivitas enzim pencernaan. Protein antimikrobial seperti lisozim, laktasin F, laktoferrin, α-laktalbumin dapat mencegah pertumbuhan mikroba patogen (Ravindran, 2012).
Berbagai macam feed additive yang bersifat non nutritive menurut Wahyu (1997) antara lain:
(1) Makanan tambahan pelengkap untuk memperbaiki tekstur dan kekuatan pakan pellet.
(2) Flavoring agent yaitu zat pemberi bau enak yang dipergunakan untuk meningkatkan palatabilitas pakan.
(3) enzim-enzim yang memperbaiki daya cerna di bawah kondisi tertentu.
(4) Antibiotika, senyawa-senyawa arsen dan nitrofurans dipergunakan pada tingkat rendah untuk melindungi pakan dari serangan perusakan oleh mikroorganisme dan mencegah timbulnya keracunan yang disebabkan oleh mikroflora dalam usus.
(5) Antibiotika yang mempunyai spektrum luas (broad spectrum) dan daya absorpsi yang baik ditambahkan ke dalam pakan untuk memerangi penyakit khusus.
(6) Senyawa-senyawa kimia tertentu dipergunakan untuk meningkatkan daya penyembuhan dari antibiotika terhadap penyakit.
(7) Obat-obat pencegah cacing dalam saluran pencernaan.
(8) Antioksidan untuk mencegah kerusakan asam-asam lemak yang tidak jenuh dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak karena proses peroksidasi.
(9) sumber-sumber karotenoid ditambahkan dalam pakan untuk memperbaiki pigmentasi dari kampung dan kuning telur.
(10) Hormon-hormon yang digunakan untuk memperbaiki metabolisme ayam.

2.1.3   Peranan Feed Additif pada ayam buras

                 Biasanya feed additive diberikan dalam ransum ternak untuk menghasilkan pertumbuhan yang diinginkan. Beberapa feed additve yang diberikan antara lain :
a.    Flavoring agent, pemberi bau untuk meningkatkan palatabilitas pakan contoh cairan sukrosa
b.      Enzim untuk memperbaiki daya cerna
c.    Vitamin, Sebagai sumber vitamin A dapat digunakan Vit. A palmitat, Vit. A acetat dan minyak ikan. Sumber vitamin D2 digunakan Vit. D pada semua tanaman yaitu hasil aktivasi sterol dalam tanaman oleh sinar ultraviolet. Sumber vitamin D3 digunakan Vit. D pada hewan yang merupakan hasil aktivasi sterol pada hewan oleh sinar ultraviolet misalnya minyak ikan. Sumber vitamin E digunakan senyawa vit. E aktif, misalnya dl alpha tokoferil asetat. Sumber vitamin K dapat menggunakan MCBC dan MPB.
d.       Sumber mineral : Tepung tulang, Tepung kerang (CaCo3) , Garam (NaCl).
e.       Antibiotik, Antibiotik dalam dosis rendah diketahui efektif terhadap pengontrolan infeksi subklinis dan merangsang pertumbuhan hewan bila ditambahkan dalam air minum atau kedalam pakan.
f.        Sumber-sumber karotenid ditambahkan kedalam ransum untuk memperbaiki pigmentasi dari kampung dan kuning telur.
g.      Hormon atau zat lain yang digunakan untuk memperbaiki proses metabolisme dari ayam.
h.      Asam amino adalah monomer dari protein. Sebagai bahan pakan tunggal asam amino tidak tersedia di alam, namun tersedia secara buatan. Asam amino yang biasanya kekurangan dalam pakan adalah asam amino metionin dan lisin. Oleh karena itu, di pasaran asam amino yang tersedia adalah DL- metionin dan L-lisin yang mempunyai kemurnian 99%.

2.1.4          Manfaat Bawang Putih Sebagai Feed Additif Bagi Ayam Buras

Bawang putih mempunyai kandungan yaitu saponin dan flavonoid, disamping minyak atsiri yan sama-sama berfungsi sebagai antibakteri. Saponin  adalah senyawa aktif yang kuat dan menimbulkan busa jika digosok dalam air sehingga bersifat seperti sabun (Robinson, 1995) dan mempunyai kemampuan antibakterial (Ilmi, 1995).
Saponin dapat meningkatkan permeabilitas membran sel bakteri sehingga dapat mengubah struktur dan fungsi membran, menyebabkan denaturasi protein membran sehingga membran sel akan rusak dan lisis (Siswandono dan Soekarjo, 1995). Menurut Dwidjoseputro (1994) menyatakan bahwa saponin memiliki molekul yang dapat menarik air atau hidrofilik dan molekul yang dapat melarutkan lemak atau lipofilik sehingga dapat menurunkan tegangan permukaan sel yang akhirnya menyebabkan kehancuran kuman.
Flavonoid merupakan senyawa fenol yang bersifat desinfektan yang bekerja dengan cara mendenaturasi protein yang dapat menyebabkan aktifitas metabolisme sel bakteri berhenti karena semua aktifitas metabolisme sel bakteri dikatalisis oleh suatu enzim yang merupakan protein. Berhentinya aktifitas metabolisme ini akan mengakibatkan kematian sel bakteri (Trease dan Evans, 1978). Flavonoid juga bersifat bakteriostatik yang bekerja melelui penghambatan sintesis dinding sel bakteri (Masya, 1985; Soedibyo, 1998).
Bawang putih mengandung minyak atsiri dengan unsur utama  alliin. Alliin secara enzimatis akan dipecah oleh enzim allinase menjadi senyawa berbau khas yaitu allicin. Senyawa  allicin dikenal mempunyai daya antibakterial yang kuat. Efek antibakteri allicin bekerja dengan cara menghancurkan kelompok –SH, yaitu kelompok Sulfhidril dan disulfida yang terikat pada protein dan merupakan enzim penting untuk metabolisme sel bakteri serta merupakan gugus yang penting untuk proliferasi bakteri atau sebagai stimulator spesifik untuk multiplikasi sel bakteri. Dengan adanya  allicin inilah maka pertumbuhan kuman dapat dihambat dan proses selanjutnya mengakibatkan terjadinya kematian kuman (Mursito, 2003).   

2.1.5        Dampak Negatif Feed Additif pada ayam buras

            Penggunaan antibiotik sintetik dalam dunia peternakan ayam dapat menimbulkan dampak negatif yang mengakibatkan residu bahan kimia berbahaya dalam produk yang dihasilkan dan menyebabkan resistensi bakteri – bakteri berbahaya yang terdapat didalam tubuh ayam.bawang putih memiliki kandungan senyawa aktif yang terbukti mampu menggantikan fungsi dari antibiotik sintetik didalam tubuh ayam. beberapa senyawa aktif yang terkandung didalam umbi bawang putih adalah allicin, selenium dan metilatil trisulfida. Ketiga senyawa aktif ini mampu membantu terjadinya proses metabolisme di dalam tubuh ayam yang jauh lebih baik. Adanya beberapa kandungan senyawa aktif ini membuat bawang putih berpotensial untuk digunakan sebagai feed additive pengganti antibiotik sintetik pada ternak ayam. Sudah banyak para ahli yang melakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian bawang putih tarhadap performans, produktivitas serta kesehatan ayam. Mereka mencampurkan ekstrak bawang putih kedalam ransum yang akan diberikan kepada ayam. Hasil penelitian dibandingkan dengan hasil penelitian yang tidak menggunakan bawang putih tetapi menggunakan antibiotik sintetik. menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Zulbardi dan Bintang ( 2007) pemberian tepung bawang putih sebanyak 0,02% mampu merangsang pertambahan bobot badan ayam broiler lebih cepat, dengan pencapaian konversi pakan sebesar 1,81 dan diikuti dengan penurunan jumlah konsumsi pakan oleh ayam broiler. Sedangkan untuk ayam petelur, menurut Maryam et al (2003), pemberian ektrak bawang putih sebanyak 4% pada ransum ayam petelur yang diinfeksi aflaktosin 0,4 mg AFB1/kg BH dapat meningkatkan bobot badan dan produksi telur serta dapat mengurangi kadar residu aflaktosin pada telur yang dihasilkan.

2.2              Peranan Dan Dampak Negatif Feed Suplement Pada Ayam buras

2.2.1        Pengertian Feed Suplement

feed supplement adalah suatu bahan berupa zat nutrisi, terutama nutrisi mikro (asam amino, vitamin, mineral) yang ditambahkan ke dalam ransum. Pemberian feed supplement hanya dalam jumlah sedikit berfungsi untuk melengkapi dan memenuhi kebutuhan nutrisi terutama nutrisi mikro yang penting (Medion, 2012).
Feed-supplement merupakan  bahan makanan tambahan esensial yang berguna untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah penyakit, serta memperbaiki mutu ransum. Feed-supplement ini berisikan sebagian atau beberapa unsur zat-zat makanan dan obat-obatan. Unsur zat makanan yang biasa terdapat di dalamnya ialah vitamin-vitamin, asam-asam amino dan mineral. Sedangkan unsur obat-obatan yang biasa ialah antibiotic dan ciccodiostat (Rahma, 2011).

2.2.2        Jenis-jenis Feed Suplement pada Ayam Buras

Feed suplemen adalah makanan pelengkap untuk pakan unggas agar lebih baik kwalitas maupun gizinya. Feed suplemen ini biasa disebut premix .Premix biasanya terdiri dari vitamin asam amino ,mineral, anti biotik atau keempatnya. Kita bisa membelinya di poultryshop atau toko ternak unggas.Nama merknya Top mix,rodiamix,vetmix poultry plus, mineral A,grobig, dan sebagainya.

a.       Feed suplemen antibiotik
antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu organisme untuk menghambat atau merusak pertumbuhan organisme lain.contohnya penisilin,aureomisin( klor tetrasiklin), terramisin (oksitetrasiklin ), feet suplemen ini bisa dicampur dengan pakan atau dicampur dengan air minum.Ayam yang di beri anti biotik pada pakannya , lebih terangsang pertumbuhannya daripada yang tidak.dosisnya 1 s/d 10 g /100kg pakan.
b.      Feed suplemen pemacu pertumbuhan
Feed suplemen pemacu pertumbuhan adalahfeed suplemen anti biotik tidak mengandung zat antigenik dan dapat dieliminasikan secara cepat tanpa residu setelah 24 jam.
Feed suplemen ini antara lain olaku indoks,basitrasin , flavomisin,Zn dan lain lain.beberapa merk feed suplemen antara lain Grobig, Rodhiamix.Dosis pemakaian untuk Ayam pedaging yaitu untuk stater gunakan grobig stater 500 g/100 kg pakan. untuk finisher, Grobig broiler 500g /100kg pakan.Jika menggunakan rodiamix , maka dosis yang di anjurkan untuk pedaging finisher.Gunakan rodiamix 22 sebanyak 500 g ,atau rodiamix CFT 22 sebanyak 140 g, atau Rodiamix 784 sebanyak 179 g tiap 100 kg pakan
c.       Asam amino sintetis.
Biasanya ada dua asam amino esensial yaitu DL-Methionin bahan ini mengandung 98 -99% methionin dan L-Lisinmengandung 60-99% lisin.Gunanya untuk melengkapi kekurangan protein hewani.
d.      Koksidiostat (coccidiostat).
Obat untuk mencegah berak darah (koksidiosis).Banyak macam obat yang bisa di campurkan ,misalnya Bambermycine, Amprolium, Monensin.Nikarbazin, Neomicine, Salinomycine, Sulfakuinoksalin yang tersedia dalam berbagai merk paten.dan jangan lupa perhatikan dosis yang ada dlm kemasannya
e.       Anti jamur (anti mold).
Jika bahan baku nyag di pakai mudah berjamur , maka sebaik nya di beri anti jamur antara lain ,Asam propionat, asam asetat asam sorbat, amoniumpropionat atau kombinasi dari bahan bahan tersebut.Dosisnya 0,09-0,1%.
f.        Anti racun (anti toksik).
Jika pakan berjamur maka akan menimbulkan racun bagi ternak.Maka berilah anti racun pada pakan .Tapi jika sudah di beri anti jamur maka tidak perlu di beri anti jamur.
g.      Anti oksidan.
Udara yang lembab, panas matahari, oksidasi pengaruh luar ,bisa merusak nutrisi dan kwalitas pakan .Untuk mengantisipasinya ,maka di beri antioksidan.Misalnya,BHT (Butylated hidroksi toluen),BHA (`butylated hydroksi anisol),EQ (etoxyquin),PG (prophilgallate).

2.2.3        Peranan Feed Suplement Bagi Ayam Buras

  1. Feed Supplement yang membantu meningkatkan konsumsi pakan
Peningkatan konsumsi dapat dilakukan dengan memperbaiki tekstur pakan (pellet binders atau perekat pellet). Tekstur makanan untuk unggas yang paling baik adalah apabila berbentuk pellet. Pellet dapat meminimalisir kekurangan bentuk pakan yang lain. Bentuk amba (bulky) menyebabkan pakan sulit dikonsumsi dan cepat mengenyangkan. Bentuk mash (halus) menyebabkan pakan sulit dikonsumsi dan berdebu. Supanya penggunaan pakan tersebut dapat diminimalisir, tekstur makana tersebut perlu dirubah menjadi tekstur yang menyesuaian dengan bentuk parih unggas, salah satunya dalam bentuk pellet.
  1. Feed Supplement yang membantu pencernaan
Pencernaan dapat dioptimalkan dengan cara memberikan enzim. Pemberian enzim protease umumnya akan meningkatkan kecernaan protein. Pemberian enzim lipase akan meningkatkan kecernaan lemak dan pemberian enzim karbohidrase akan meningkatkan kecernaan karbohidrat.
  1. Feed suplement untuk meningkatkan sisi komersial produk ternak
Salah satu contoh yang populer adalah penggunaan karotenoid. Karetenoid adalah pigmen berwarna kuning. Karotenoid dapat digunakan untuk pigmentasi ayam broiler dan kualitas kuning telur. Konsumen umumnya menyukai ayam broiler yang kulitnya berwarna kuning sehingga terlihat segar dan menarik perhatian. Beberapa contoh produk karotenoid adalah karotenoid sintesis, carophy yellow dan jagung kuning.
  1. Feed suplement untuk meningkatkan metabolisme
Salah satu feed supelement yang umum digunakan untuk meningkatkan metabolisme adalah estrogen. Estrogen menyebakan penimbunan lemak lebih banyak dan karkas yang diperoleh lebih empuk. Feed suplement lainnya adalah kasein dan yodium yang dapat mempercepat pertumbuhan bulu dan menurunkan kadar lemak. Hormon dapat mengatur siklus bertelur dan molting. Senyawa arsen dapat menstimulasi pertumbuhan.

2.2.4   Penggunaan Feed Supplement untuk Pakan Unggas          

  1. Feed suplemen antibiotic
Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu organisme untuk menghambat atau merusak pertumbuhan organisme lain contohnya penisilin,aureomisin( klor tetrasiklin), terramisin (oksitetrasiklin ), feet suplemen ini bisa dicampur dengan pakan atau dicampur dengan air minum.Ayam yang di beri anti biotik pada pakannya, lebih terangsang pertumbuhannya daripada yang tidak.dosisnya 1 s/d 10 g /100kg pakan.
  1. Feed suplemen pemacu pertumbuhan
Feed suplemen pemacu pertumbuhan adalahfeed suplemen anti biotik tidak mengandung zat antigenik dan dapat dieliminasikan secara cepat tanpa residu setelah 24 jam.Feed suplemen ini antara lain olaku indoks, basitrasin, flavomisin,Zn dan lain lain. Beberapa merk feed suplemen antara lain Grobig, Rodhiamix.Dosis pemakaian untuk Ayam pedaging yaitu untuk stater gunakan grobig stater 500 g/100 kg pakan. untuk finisher, Grobig broiler 500g /100kg pakan.Jika menggunakan rodiamix , maka dosis yang di anjurkan untuk pedaging finisher.Gunakan rodiamix 22 sebanyak 500 g ,atau rodiamix CFT 22 sebanyak 140 g, atau Rodiamix 784 sebanyak 179 g tiap 100 kg pakan.
  1. Asam amino sintetis
Biasanya ada dua asam amino esensial yaitu DL-Methionin bahan ini mengandung 98 -99% methionin dan L-Lisin mengandung 60-99% lisin.Gunanya untuk melengkapi kekurangan protein hewani.
  1. Koksidiostat (coccidiostat)
Obat untuk mencegah berak darah (koksidiosis).Banyak macam obat yang bisa di campurkan ,misalnya Bambermycine, Amprolium, Monensin, Nikarbazin, Neomicine, Salinomycine, Sulfakuinoksalin yang tersedia dalam berbagai merk paten dan jangan lupa perhatikan dosis yang ada dalam kemasannya.
  1. Anti jamur (antimold)
Jika bahan baku nyag di pakai mudah berjamur , maka sebaik nya di beri anti jamur antara lain,Asam propionat, asam asetat asam sorbat, ammonium propionat atau kombinasi dari bahan bahan tersebut.Dosisnya 0,09-0,1%.
  1. Anti racun.(antitoksik)
Jika pakan berjamur maka akan menimbulkan racun bagi ternak.Maka berilah anti racun pada pakan .Tapi jika sudah di beri anti jamur maka tidak perlu di beri anti jamur.
  1. Antioksidan
Udara yang lembab, panas matahari, oksidasi pengaruh luar bisa merusak nutrisi dan kualitas pakan. Untuk mengantisipasinya, maka di beri antioksidan. Misalnya BHT (Butylated hidroksi toluen),BHA (`butylated hydroksi anisol),EQ (etoxyquin),PG (prophilgallate).
Kelebihan dan ketidakseimbangan mineral harus dihindari. Kecuali bahan seperti urea dan lemak hampir semua pakan dapat menyediakan beberapa mineral. Meskipun demikian banyak ransum yang telah disusun masih memerlukan satu atau beberapa mineral makro atau mikro.
Dari beberapa mineral makro yang dibutuhkan ternak, hanya NaCl, Ca, P secara rutin ditaambahkan kedalam ransum ternak. Mineral makro lain seperti Mg dan S kadang-kadang ditambahkan kedalam ransum ternak dalam kasus tertentu. Mineral mikro yang sering disuplementasikan kedalam ransum yaitu Co, Cu, I, Fe, Mn, Se, Zn.
Pertimbangan yang harus diingat oleh peternak sehubungan dengan suplementasi mineral anatara lain:
  1. Kebutuhan ternak
Usia, jenis kelamin, berat, dan parameter produksi harus dipertimbangkan.
  1.   Jenis pakan
Ternak yang menerima ransum konsentrat tinggi akan memerlukan suplementasi mineral yang berbeda dari pada ternak yang menerima ransum hijauan tinggi.
  1. Daerah asal pakan
Kandungan mineral pakan tergantung pada kandungan mineral tanah dan factor genetic tanaman.
  1.  Fasilitas
Jika campuran ditawarkan dengan bebas, maka perlu kontainer.

2.2.5                           Dampak Negatif Feed Suplement Pada Ayam Buras

Pemberian feed suplement pada unggas yang terlalu banyak akan meninggalkan residu pada otot daging ayam ataupun di hati. Residu yang tertinggal tersebut apabila terkonsumsi akan berbahaya bagi kesehatan manusia.

BAB III

3.1     Kesimpulan

Kesimpulan pada makalah ini adalah Feed Additive merupakan satu macam bahan atau lebih dalam jumlah yang ditambahkan pada pakan hewan atau ternak dengan tujuan memenuhi kebutuhan khusus sedangkan Feed Sumplement merupakan  satu atau lebih bahan zat nutrisi berupa mikro nutrisi yang ditambahkan pada pakan hewan / ternak,bisa juga diberikan tersendiri,dengan tujuan mencukupi/melengkapi kebutuhan mikro nutrisi tertentu apabila diduga atai didiagnosa hewan/ternak mengalami defisiensi atai untuk mencegaj defisiensi mikro nutrisi tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Anggorodi. (1985). Nutrisi Aneka Ternak Unggas. PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Dwidjoseputro. (1994). Pengaruh Pemberian Antibiotik Terhadap Konsumsi Pakan . Makassar: Fakultas Peternakan Universitas Hasauddin.
Hartadi et. al. (1991). Crop Production 2nd Ed. New York: Macmilan Publising Co.
Maryam et al. (2003). pemberian ekstrak bawang putih. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Masya. (1985). Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Medion. (2012). pengertian feed suplement. yogyakarta: Kanisius.
Mursito. (2003). Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Murtidjo. (1993). Pedoman Meramu Pakan Unggas. Yogyakarta: Kanisius.
Murwani et al. (2002). Pedoman Meramu Pakan Unggas. Yogyakarta: kanisius.
Rahma. (2011). pemberian feed suplement. yogyakarta: kanisius.
Ravindran. (2012). Seputar Makanan Ayam Kampung. Yogyakarta: Kanisius.
Siswandono dan Soekarjo. (1995). Comparison of Bio-Mos and Antibiotic Feeding Progmms in Kampung Diets Containiig Copper Sulfate. International Journal of Poultry Science 2 (1), 28-31.
Soedibyo. (1998). Feeds and Feeding. 2nd Ed. Virginia: Reston Publishing Co. Inc. Reston.
Trease dan Evans. (1978). Pedoman Meramu Pakan Unggas. Yogyakarta: Kanisius.
Wahyu. (1997). Nutrisi Aneka Ternak Unggas. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama,.
Zulbardi dan Bintang. (2007). pemberian additif bawang putih. yogyakarta: kanisius.