TUGAS NUTRISI TERNAK UNGGAS
PERANAN DAN
DAMPAK NEGATIF FEED ADDITIF DAN FEED SUPLEMENT PADA AYAM BURAS
OLEH:
KELOMPOK A.11
SRI WEDIA NARULITA E10014004
CATUR APRILLYA D. E10014016
DICKY SUPRAYOGI E10014034
SRI ASTUTI E10014042
FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016
Puji dan syukur kita panjatkan
atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya
kepada penulis dapat menyelesaikan ugas makalah peranan dan dampak negatif
feed additif dan feed suplement pada ayam buras.
Adapun dalam makalah ini
akan membahas mengenai peranan dan dampak negatif feed additif dan feed
suplement pada ayam buras. Penulis ucapkan terima kasih kepada Dosen Nutrisi
Ternak Unggas yang telah membimbing kami dalam pembelajaran kuliah.
Semoga tugas makalah ini
dapat bermanfaat kita semua, tekhususnya bagi penulis dan pembaca
|
|
Jambi, 17 Oktober 2016
Penulis
|
|
HALAMAN
DAFTAR PUSTAKA
PENDAHULUAN
Pakan adalah makanan atau asupan yang diberikan kepada hewan ternak. Pakan
merupakan sumber energi dan materi bagi pertumbuhan dan dan
kehidupan makhluk hidup. Zat yang terpenting dalam pakan adalah protein. Pakan berkualitas adalah pakan yang kandungan
protein, lemak, karbohidrat, mineral dan vitaminnya seimbang. Selain itu, pakan adalah semua yang bisa dimakan oleh
ternak dan tidak mengganggu kesehtannya. Pada umumnya
pengertian pakan (feed) digunakan untuk hewan yang meliputi kuantitatif,
kualitatif, kontinuitas serta keseimbangan zat pakan yang terkandung di
dalamnya.Pakan adalah segaalah sesuatu yang dapat diberikan sebagai sumber
energi dan zat-zat gizi, istilah pakan sering diganti dengan bahan baku pakan,
pada kenyataanya sering terjadi penyimpangan yang menunjukkan penggunaan kata
pakan diganti sebagai bahan baku pakan yang telah diolah menjadi pellet,
crumble atau mash.
Pada umumnya pakan yang diberikan pada
ternak harus sesuai kebutuhan ternak baik dari segi kualitas maupun kuantitas
agar dapat dimanfaatkan ternak untuk berbagai fungsi tubuhnya, yaitu hidup
pokok, produksi dan reproduksi. Ada
beberapa jenis pakan untuk ternak yaitu pakan komersil, pakan konsentrat, feed
additive, dan feed supplementFeed suplement adalah bahan tambahan
pakan yang berasal dari zat gizi seperti dari protein, karbohidrat, lemak,
vitamin, mineral, asam amino, enzim hormon dan lain-lain. Feed suplemen ini biasa disebut premix. Premix biasanya terdiri dari
vitamin asam amino ,mineral, anti biotik atau keempatnya.Kita bisa membelinya
di poultryshop atau toko ternak unggas.beberapa nama dagang untuk produk food
supplement pada unggas antara lain adalah : Top mix,rodiamix, dan vetmix poultry plus.
Pengelompokan feed suplement didasarkan atas
aktivitas dan cara kerjanya. Beberapa contoh feed suplement adalah asam amino,
suplemen mineral dan suplemen vitamin.
Pembuatan makalah mengenai Peranan
dan Dampak Negatif Feed Additive dan Feed Suplemen pada Ayam Buras bertujuan
untuk memenuhi tugas mata kuliah Nutrisi
Ternak Unggas dan juga guna mengetahui
peranan dan dampak negative feed additive dan feed supplement pada ayam buras.
1.4.1
Apa Peranan dan
Dampak Negatif Feed Additif Bagi Ayam Buras ?
1.4.2
Apa Peranan dan
Dampak Negatif Feed Suplemen Bagi Ayam Buras ?
PEMBAHASAN
Additive adalah suatu bahan atau kombinasi bahan yang ditambahkan, biasanya
dalam kuantitas yang kecil, kedalam campuran makanan dasar atau bagian dari
padanya, untuk memenuhi kebutuhan khusus, contohnya additive bahan konsentrat,
additive bahan suplemen, additive bahan premix, additive bahan makanan (Hartadi
et. al., 1991).
Additive adalah susunan bahan atau kombinasi bahan tertentu
yang sengaja ditambahkan ke dalam ransum pakan ternak untuk menaikkan nilai
gizi pakan guna memenuhi kebutuhan khusus atau imbuhan yang umum digunakan
dalam meramu pakan ternak. Murwani et al., (2002) menyatakan
bahwa additive adalah bahan pakan tambahan yang diberikan pada ternak dengan
tujuan untuk meningkatkan produktifitas ternak maupun kualitas produksi.
Sedangkan menurut Murtidjo (1993), additive adalah imbuhan yang umum digunakan
dalam meramu pakan ternak. Penambahan bahan biasanya hanya dalam jumlah yang
sedikit, misalnya additive bahan konsentrat, additive bahan suplemen dan
additive bahan premix. Maksud dari penambahan adalah untuk merangsang
pertumbuhan atau merangsang produksi. Macam-macam additive antara lain
antibiotika, hormon, arsenikal, sulfaktan, dan transquilizer.
Feed additive merupakan bahan makanan
pelengkap yang dipakai sebagai sumber penyedia vitamin-vitamin, mineral-mineral
dan atau juga antibiotika (Anggorodi, 1985). Fungsi feed additive
adalah untuk menambah vitamin-vitamin, mineral dan antibiotika dalam ransum,
menjaga dan mempertahankan kesehatan tubuh terhadap serangan penyakit dan
pengaruh stress, merangsang pertumbuhan badan (pertumbuhan daging menjadi baik)
dan menambah nafsu makan, meningkatkan produksi daging maupun telur.
Macam ragam pakan additive antara lain
additive pada bahan pakan (contohnya agensia antioksidan, agensia cita rasa),
additive untuk manipulasi pencernaan dan absorpsi nutrien (contohnya buffer,
enzim), additive untuk kesehatan ternak (contohnya obat cacing), additive
melalui hormonal (contohnya hormon pertumbuhan, hormon reproduksi), additive
untuk meningkatkan kualitas produk (contohnya agensi pewarna, agensi
antiradikal).
Menurut Ravindran (2012), feed additive dapat digolongkan menjadi dua macam,
yaitu nutritive feed additive dan non
nutritive feed additive. Nutritive
feed additive ditambahkan ke
dalam ransum untuk melengkapi atau meningkatkan kandungan nutrien ransum,
misalnya suplemen vitamin, mineral, dan asam amino. Non nutritive feed additive tidak mempengaruhi kandungan nutrien
ransum, kegunaannya tergantung pada jenisnya, antara lain untuk meningkatkan
palatabilitas (flavoring /
pemberi rasa, colorant / pewarna), pengawet pakan
(antioksidan), penghambat mikroorganisme patogen dan meningkatkan kecernaan
nutrien (antibiotik, probiotik, prebiotik), anti jamur, membantu pencernaan
sehingga meningkatkan kecernaan nutrien (acidifier, enzim).
Sebagai bahan pengganti antibiotik, digunakan
bahan-bahan aditif pakan seperti probiotik, prebiotik, asam organik, herbal,
dan protein antimikrobial. Probiotik digunakan untuk meningkatkan populasi
bakteri menguntungkan dalam saluran pencernaan seperti lactobacilli dan streptococci. Prebiotik seperti FOS (frukto
oligosakarida) dan MOS (mannan oligosakarida) digunakan untuk mencegah
penempelan dan pertumbuhan bakteri patogen di saluran pencernaan, sebagai
nutrien bagi bakteri menguntungkan. Asam organik seperti asam propionat dan
asam format digunakan sebagai acidifier,
yaitu menurunkan pH saluran pencernaan sehingga merangsang aktivitas enzim
pencernaan dan mencegah pertumbuhan mikroorganisme patogen. Herbal seperti
rempah-rempah, minyak esensial, ekstrak tumbuhan, madu dapat menghambat
pertumbuhan mikroorganisme patogen, meningkatkan imunitas, merangsang aktivitas
enzim pencernaan. Protein antimikrobial seperti lisozim, laktasin F,
laktoferrin, α-laktalbumin dapat mencegah pertumbuhan mikroba patogen (Ravindran, 2012).
Berbagai macam feed additive yang bersifat
non nutritive menurut Wahyu (1997) antara lain:
(1) Makanan tambahan pelengkap untuk
memperbaiki tekstur dan kekuatan pakan pellet.
(2) Flavoring agent yaitu zat pemberi bau
enak yang dipergunakan untuk meningkatkan palatabilitas pakan.
(3) enzim-enzim yang memperbaiki daya cerna
di bawah kondisi tertentu.
(4) Antibiotika, senyawa-senyawa arsen dan
nitrofurans dipergunakan pada tingkat rendah untuk melindungi pakan dari
serangan perusakan oleh mikroorganisme dan mencegah timbulnya keracunan yang
disebabkan oleh mikroflora dalam usus.
(5) Antibiotika yang mempunyai spektrum
luas (broad spectrum) dan daya absorpsi yang baik ditambahkan ke dalam pakan untuk
memerangi penyakit khusus.
(6) Senyawa-senyawa kimia tertentu
dipergunakan untuk meningkatkan daya penyembuhan dari antibiotika terhadap
penyakit.
(7) Obat-obat pencegah cacing dalam
saluran pencernaan.
(8) Antioksidan untuk mencegah kerusakan
asam-asam lemak yang tidak jenuh dan vitamin-vitamin yang larut dalam lemak
karena proses peroksidasi.
(9) sumber-sumber karotenoid ditambahkan
dalam pakan untuk memperbaiki pigmentasi dari kampung dan kuning telur.
(10)
Hormon-hormon yang digunakan untuk memperbaiki metabolisme ayam.
Biasanya feed additive diberikan
dalam ransum ternak untuk menghasilkan pertumbuhan yang diinginkan. Beberapa
feed additve yang diberikan antara lain :
a.
Flavoring agent, pemberi bau
untuk meningkatkan palatabilitas pakan contoh cairan sukrosa
b. Enzim untuk memperbaiki daya cerna
c. Vitamin, Sebagai sumber vitamin A
dapat digunakan Vit. A palmitat, Vit. A acetat dan minyak ikan. Sumber vitamin
D2 digunakan Vit. D pada semua tanaman yaitu hasil aktivasi
sterol dalam tanaman oleh sinar ultraviolet. Sumber vitamin D3 digunakan
Vit. D pada hewan yang merupakan hasil aktivasi sterol pada hewan oleh sinar
ultraviolet misalnya minyak ikan. Sumber vitamin E digunakan senyawa vit. E
aktif, misalnya dl alpha tokoferil asetat. Sumber vitamin K
dapat menggunakan MCBC dan MPB.
d.
Sumber mineral : Tepung tulang, Tepung kerang (CaCo3) , Garam
(NaCl).
e. Antibiotik, Antibiotik dalam
dosis rendah diketahui efektif terhadap pengontrolan infeksi subklinis dan
merangsang pertumbuhan hewan bila ditambahkan dalam air minum atau kedalam
pakan.
f.
Sumber-sumber karotenid ditambahkan kedalam ransum untuk memperbaiki
pigmentasi dari kampung dan kuning telur.
g. Hormon atau zat lain yang
digunakan untuk memperbaiki proses metabolisme dari ayam.
h. Asam amino adalah monomer dari
protein. Sebagai bahan pakan tunggal asam amino tidak tersedia di alam, namun
tersedia secara buatan. Asam amino yang biasanya kekurangan dalam pakan adalah
asam amino metionin dan lisin. Oleh karena itu, di pasaran asam amino yang
tersedia adalah DL- metionin dan L-lisin yang mempunyai kemurnian 99%.
Bawang putih mempunyai kandungan yaitu saponin dan flavonoid,
disamping minyak atsiri yan sama-sama berfungsi sebagai antibakteri.
Saponin adalah senyawa aktif yang kuat dan menimbulkan busa jika
digosok dalam air sehingga bersifat seperti sabun (Robinson, 1995) dan
mempunyai kemampuan antibakterial (Ilmi, 1995).
Saponin dapat meningkatkan permeabilitas membran sel
bakteri sehingga dapat mengubah struktur dan fungsi membran, menyebabkan
denaturasi protein membran sehingga membran sel akan rusak dan lisis (Siswandono
dan Soekarjo, 1995). Menurut Dwidjoseputro (1994) menyatakan
bahwa saponin memiliki molekul yang dapat menarik air atau hidrofilik dan
molekul yang dapat melarutkan lemak atau lipofilik sehingga dapat menurunkan
tegangan permukaan sel yang akhirnya menyebabkan kehancuran kuman.
Flavonoid merupakan senyawa fenol yang bersifat
desinfektan yang bekerja dengan cara mendenaturasi protein yang dapat
menyebabkan aktifitas metabolisme sel bakteri berhenti karena semua aktifitas
metabolisme sel bakteri dikatalisis oleh suatu enzim yang merupakan protein.
Berhentinya aktifitas metabolisme ini akan mengakibatkan kematian sel bakteri (Trease
dan Evans, 1978). Flavonoid juga bersifat bakteriostatik yang bekerja
melelui penghambatan sintesis dinding sel bakteri (Masya, 1985; Soedibyo, 1998).
Bawang putih mengandung minyak atsiri dengan unsur
utama alliin. Alliin secara enzimatis akan dipecah oleh enzim
allinase menjadi senyawa berbau khas yaitu allicin. Senyawa allicin
dikenal mempunyai daya antibakterial yang kuat. Efek antibakteri allicin
bekerja dengan cara menghancurkan kelompok –SH, yaitu kelompok Sulfhidril dan
disulfida yang terikat pada protein dan merupakan enzim penting untuk
metabolisme sel bakteri serta merupakan gugus yang penting untuk proliferasi
bakteri atau sebagai stimulator spesifik untuk multiplikasi sel bakteri. Dengan
adanya allicin inilah maka pertumbuhan kuman dapat dihambat dan
proses selanjutnya mengakibatkan terjadinya kematian kuman (Mursito, 2003).
Penggunaan antibiotik sintetik dalam dunia peternakan ayam dapat menimbulkan
dampak negatif yang mengakibatkan residu bahan kimia berbahaya dalam produk
yang dihasilkan dan menyebabkan resistensi bakteri – bakteri berbahaya yang
terdapat didalam tubuh ayam.bawang putih memiliki kandungan senyawa aktif yang
terbukti mampu menggantikan fungsi dari antibiotik sintetik didalam tubuh ayam.
beberapa senyawa aktif yang terkandung didalam umbi bawang putih adalah
allicin, selenium dan metilatil trisulfida. Ketiga senyawa aktif ini mampu
membantu terjadinya proses metabolisme di dalam tubuh ayam yang jauh lebih
baik. Adanya beberapa kandungan senyawa aktif ini membuat bawang putih
berpotensial untuk digunakan sebagai feed additive pengganti antibiotik
sintetik pada ternak ayam. Sudah banyak para ahli yang melakukan penelitian
untuk mengetahui pengaruh pemberian bawang putih tarhadap performans,
produktivitas serta kesehatan ayam. Mereka mencampurkan ekstrak bawang putih
kedalam ransum yang akan diberikan kepada ayam. Hasil penelitian dibandingkan dengan
hasil penelitian yang tidak menggunakan bawang putih tetapi menggunakan
antibiotik sintetik. menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Zulbardi dan Bintang ( 2007) pemberian
tepung bawang putih sebanyak 0,02% mampu merangsang pertambahan bobot badan
ayam broiler lebih cepat, dengan pencapaian konversi pakan sebesar 1,81 dan
diikuti dengan penurunan jumlah konsumsi pakan oleh ayam broiler. Sedangkan
untuk ayam petelur, menurut Maryam et al
(2003), pemberian ektrak bawang putih sebanyak 4% pada ransum ayam petelur
yang diinfeksi aflaktosin 0,4 mg AFB1/kg BH dapat meningkatkan bobot
badan dan produksi telur serta dapat mengurangi kadar residu aflaktosin pada
telur yang dihasilkan.
feed supplement adalah suatu bahan berupa zat
nutrisi, terutama nutrisi mikro (asam amino, vitamin, mineral) yang ditambahkan
ke dalam ransum. Pemberian feed supplement hanya dalam jumlah sedikit
berfungsi untuk melengkapi dan memenuhi kebutuhan nutrisi terutama nutrisi
mikro yang penting (Medion, 2012).
Feed-supplement merupakan bahan makanan
tambahan esensial yang berguna untuk merangsang pertumbuhan dan mencegah
penyakit, serta memperbaiki mutu ransum. Feed-supplement ini berisikan sebagian
atau beberapa unsur zat-zat makanan dan obat-obatan. Unsur zat makanan yang
biasa terdapat di dalamnya ialah vitamin-vitamin, asam-asam amino dan mineral.
Sedangkan unsur obat-obatan yang biasa ialah antibiotic dan ciccodiostat (Rahma,
2011).
Feed suplemen adalah makanan pelengkap untuk pakan unggas
agar lebih baik kwalitas maupun gizinya. Feed suplemen ini biasa disebut
premix .Premix biasanya terdiri dari vitamin asam amino ,mineral, anti
biotik atau keempatnya. Kita bisa membelinya di poultryshop atau toko
ternak unggas.Nama merknya Top mix,rodiamix,vetmix poultry plus, mineral
A,grobig, dan sebagainya.
a.
Feed suplemen antibiotik
antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu organisme
untuk menghambat atau merusak pertumbuhan organisme lain.contohnya
penisilin,aureomisin( klor tetrasiklin), terramisin (oksitetrasiklin ), feet
suplemen ini bisa dicampur dengan pakan atau dicampur dengan air minum.Ayam
yang di beri anti biotik pada pakannya , lebih terangsang pertumbuhannya
daripada yang tidak.dosisnya 1 s/d 10 g /100kg pakan.
b.
Feed suplemen pemacu pertumbuhan
Feed suplemen pemacu pertumbuhan adalahfeed suplemen anti
biotik tidak mengandung zat antigenik dan dapat dieliminasikan secara cepat
tanpa residu setelah 24 jam.
Feed suplemen ini antara lain olaku indoks,basitrasin ,
flavomisin,Zn dan lain lain.beberapa merk feed suplemen antara lain Grobig,
Rodhiamix.Dosis pemakaian untuk Ayam pedaging yaitu untuk stater gunakan grobig
stater 500 g/100 kg pakan. untuk finisher, Grobig broiler 500g /100kg
pakan.Jika menggunakan rodiamix , maka dosis yang di anjurkan untuk pedaging
finisher.Gunakan rodiamix 22 sebanyak 500 g ,atau rodiamix CFT 22 sebanyak 140
g, atau Rodiamix 784 sebanyak 179 g tiap 100 kg pakan
c.
Asam amino sintetis.
Biasanya
ada dua asam amino esensial yaitu DL-Methionin bahan ini mengandung 98 -99%
methionin dan L-Lisinmengandung 60-99% lisin.Gunanya untuk melengkapi
kekurangan protein hewani.
d.
Koksidiostat (coccidiostat).
Obat untuk mencegah berak darah (koksidiosis).Banyak macam
obat yang bisa di campurkan ,misalnya Bambermycine, Amprolium,
Monensin.Nikarbazin, Neomicine, Salinomycine, Sulfakuinoksalin yang tersedia
dalam berbagai merk paten.dan jangan lupa perhatikan dosis yang ada dlm
kemasannya
e.
Anti jamur (anti mold).
Jika bahan baku nyag di pakai mudah berjamur , maka sebaik
nya di beri anti jamur antara lain ,Asam propionat, asam asetat asam sorbat,
amoniumpropionat atau kombinasi dari bahan bahan tersebut.Dosisnya 0,09-0,1%.
f.
Anti racun (anti toksik).
Jika
pakan berjamur maka akan menimbulkan racun bagi ternak.Maka berilah anti racun
pada pakan .Tapi jika sudah di beri anti jamur maka tidak perlu di beri anti
jamur.
g.
Anti oksidan.
Udara yang lembab, panas matahari,
oksidasi pengaruh luar ,bisa merusak nutrisi dan kwalitas pakan .Untuk
mengantisipasinya ,maka di beri antioksidan.Misalnya,BHT (Butylated hidroksi
toluen),BHA (`butylated hydroksi anisol),EQ (etoxyquin),PG (prophilgallate).
- Feed Supplement
yang membantu meningkatkan konsumsi pakan
Peningkatan konsumsi dapat dilakukan dengan
memperbaiki tekstur pakan (pellet binders atau perekat pellet). Tekstur makanan
untuk unggas yang paling baik adalah apabila berbentuk pellet. Pellet dapat
meminimalisir kekurangan bentuk pakan yang lain. Bentuk amba (bulky)
menyebabkan pakan sulit dikonsumsi dan cepat mengenyangkan. Bentuk mash (halus)
menyebabkan pakan sulit dikonsumsi dan berdebu. Supanya penggunaan pakan
tersebut dapat diminimalisir, tekstur makana tersebut perlu dirubah menjadi
tekstur yang menyesuaian dengan bentuk parih unggas, salah satunya dalam bentuk
pellet.
- Feed Supplement yang
membantu pencernaan
Pencernaan dapat dioptimalkan dengan cara
memberikan enzim. Pemberian enzim protease umumnya akan meningkatkan kecernaan
protein. Pemberian enzim lipase akan meningkatkan kecernaan lemak dan pemberian
enzim karbohidrase akan meningkatkan kecernaan karbohidrat.
- Feed suplement untuk meningkatkan
sisi komersial produk ternak
Salah
satu contoh yang populer adalah penggunaan karotenoid. Karetenoid adalah pigmen
berwarna kuning. Karotenoid dapat digunakan untuk pigmentasi ayam broiler dan
kualitas kuning telur. Konsumen umumnya menyukai ayam broiler yang kulitnya
berwarna kuning sehingga terlihat segar dan menarik perhatian. Beberapa contoh
produk karotenoid adalah karotenoid sintesis, carophy yellow dan jagung kuning.
- Feed suplement untuk meningkatkan
metabolisme
Salah satu feed supelement yang umum digunakan untuk
meningkatkan metabolisme adalah estrogen. Estrogen menyebakan penimbunan lemak
lebih banyak dan karkas yang diperoleh lebih empuk. Feed suplement lainnya
adalah kasein dan yodium yang dapat mempercepat pertumbuhan bulu dan menurunkan
kadar lemak. Hormon dapat mengatur siklus bertelur dan molting. Senyawa arsen
dapat menstimulasi pertumbuhan.
- Feed suplemen antibiotic
Antibiotik adalah zat yang dihasilkan oleh suatu
organisme untuk menghambat atau merusak pertumbuhan organisme lain contohnya
penisilin,aureomisin( klor tetrasiklin), terramisin (oksitetrasiklin ), feet
suplemen ini bisa dicampur dengan pakan atau dicampur dengan air minum.Ayam
yang di beri anti biotik pada pakannya, lebih terangsang pertumbuhannya
daripada yang tidak.dosisnya 1 s/d 10 g /100kg pakan.
- Feed suplemen pemacu
pertumbuhan
Feed suplemen pemacu pertumbuhan adalahfeed
suplemen anti biotik tidak mengandung zat antigenik dan dapat dieliminasikan
secara cepat tanpa residu setelah 24 jam.Feed suplemen ini antara lain olaku
indoks, basitrasin, flavomisin,Zn dan lain lain. Beberapa merk feed suplemen
antara lain Grobig, Rodhiamix.Dosis pemakaian untuk Ayam pedaging yaitu untuk
stater gunakan grobig stater 500 g/100 kg pakan. untuk finisher, Grobig broiler
500g /100kg pakan.Jika menggunakan rodiamix , maka dosis yang di anjurkan untuk
pedaging finisher.Gunakan rodiamix 22 sebanyak 500 g ,atau rodiamix CFT 22
sebanyak 140 g, atau Rodiamix 784 sebanyak 179 g tiap 100 kg pakan.
- Asam amino sintetis
Biasanya ada dua asam amino esensial yaitu
DL-Methionin bahan ini mengandung 98 -99% methionin dan L-Lisin mengandung 60-99%
lisin.Gunanya untuk melengkapi kekurangan protein hewani.
- Koksidiostat
(coccidiostat)
Obat
untuk mencegah berak darah (koksidiosis).Banyak macam obat yang bisa di
campurkan ,misalnya Bambermycine, Amprolium, Monensin, Nikarbazin, Neomicine,
Salinomycine, Sulfakuinoksalin yang tersedia dalam berbagai merk paten dan
jangan lupa perhatikan dosis yang ada dalam kemasannya.
- Anti
jamur (antimold)
Jika
bahan baku nyag di pakai mudah berjamur , maka sebaik nya di beri anti jamur
antara lain,Asam propionat, asam asetat asam sorbat, ammonium propionat atau
kombinasi dari bahan bahan tersebut.Dosisnya 0,09-0,1%.
- Anti
racun.(antitoksik)
Jika
pakan berjamur maka akan menimbulkan racun bagi ternak.Maka berilah anti racun
pada pakan .Tapi jika sudah di beri anti jamur maka tidak perlu di beri anti
jamur.
- Antioksidan
Udara yang lembab, panas matahari, oksidasi
pengaruh luar bisa merusak nutrisi dan kualitas pakan. Untuk mengantisipasinya,
maka di beri antioksidan. Misalnya BHT (Butylated hidroksi toluen),BHA
(`butylated hydroksi anisol),EQ (etoxyquin),PG (prophilgallate).
Kelebihan dan ketidakseimbangan mineral harus
dihindari. Kecuali bahan seperti urea dan lemak hampir semua pakan dapat
menyediakan beberapa mineral. Meskipun demikian banyak ransum yang telah
disusun masih memerlukan satu atau beberapa mineral makro atau mikro.
Dari beberapa mineral makro yang dibutuhkan
ternak, hanya NaCl, Ca, P secara rutin ditaambahkan kedalam ransum ternak.
Mineral makro lain seperti Mg dan S kadang-kadang ditambahkan kedalam ransum
ternak dalam kasus tertentu. Mineral mikro yang sering disuplementasikan
kedalam ransum yaitu Co, Cu, I, Fe, Mn, Se, Zn.
Pertimbangan yang harus diingat oleh peternak
sehubungan dengan suplementasi mineral anatara lain:
- Kebutuhan ternak
Usia, jenis kelamin, berat, dan parameter produksi harus dipertimbangkan.
- Jenis
pakan
Ternak yang menerima ransum konsentrat tinggi akan memerlukan suplementasi
mineral yang berbeda dari pada ternak yang menerima ransum hijauan tinggi.
- Daerah asal pakan
Kandungan mineral pakan tergantung pada kandungan mineral tanah dan factor
genetic tanaman.
- Fasilitas
Jika campuran ditawarkan dengan bebas, maka
perlu kontainer.
Pemberian feed suplement pada unggas yang
terlalu banyak akan meninggalkan residu pada otot daging ayam ataupun di hati.
Residu yang tertinggal tersebut apabila terkonsumsi akan berbahaya bagi
kesehatan manusia.
BAB
III
Kesimpulan pada makalah ini adalah Feed
Additive merupakan satu macam bahan atau lebih dalam jumlah yang ditambahkan
pada pakan hewan atau ternak dengan tujuan memenuhi kebutuhan khusus sedangkan
Feed Sumplement merupakan satu atau lebih bahan zat nutrisi berupa mikro
nutrisi yang ditambahkan pada pakan hewan / ternak,bisa juga diberikan
tersendiri,dengan tujuan mencukupi/melengkapi kebutuhan mikro nutrisi tertentu
apabila diduga atai didiagnosa hewan/ternak mengalami defisiensi atai untuk
mencegaj defisiensi mikro nutrisi tersebut.
Anggorodi. (1985). Nutrisi Aneka Ternak Unggas.
PT. Gramedia Pustaka Utama: Jakarta.
Dwidjoseputro. (1994). Pengaruh Pemberian
Antibiotik Terhadap Konsumsi Pakan . Makassar: Fakultas Peternakan
Universitas Hasauddin.
Hartadi et. al. (1991). Crop Production 2nd Ed.
New York: Macmilan Publising Co.
Maryam et al. (2003). pemberian ekstrak bawang
putih. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Masya. (1985). Nutrisi Aneka Ternak Unggas.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Medion. (2012). pengertian feed suplement.
yogyakarta: Kanisius.
Mursito. (2003). Nutrisi Aneka Ternak Unggas.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Murtidjo. (1993). Pedoman Meramu Pakan Unggas.
Yogyakarta: Kanisius.
Murwani et al. (2002). Pedoman Meramu Pakan Unggas.
Yogyakarta: kanisius.
Rahma. (2011). pemberian feed suplement.
yogyakarta: kanisius.
Ravindran. (2012). Seputar Makanan Ayam Kampung.
Yogyakarta: Kanisius.
Siswandono dan Soekarjo. (1995). Comparison of Bio-Mos
and Antibiotic Feeding Progmms in Kampung Diets Containiig Copper Sulfate. International
Journal of Poultry Science 2 (1), 28-31.
Soedibyo. (1998). Feeds and Feeding. 2nd Ed.
Virginia: Reston Publishing Co. Inc. Reston.
Trease dan Evans. (1978). Pedoman Meramu Pakan
Unggas. Yogyakarta: Kanisius.
Wahyu. (1997). Nutrisi Aneka Ternak Unggas.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama,.
Zulbardi dan Bintang. (2007). pemberian additif
bawang putih. yogyakarta: kanisius.